fbpx

Ketahui Jenis-jenis Sepeda yang Disesuaikan dengan Fungsinya

“Jenis sepeda seharusnya ditentukan oleh medan yang akan dilalui oleh penggunanya, karena jenis-jenis sepeda dirancang dan didesain berdasarkan pengalaman, kondisi dan fungsinya”  

Jenis sepeda yang digunakan seharusnya memang disesuaikan dengan medan yang kita inginkan atau akan kita lalui, kesalahan penggunaan jenis sepeda dapat mempersulit penggunanya, bahkan dapat membuat celaka yang sangat fatal. Rancangan atau desain sepeda dibuat oleh para ahli berdasarkan pengalaman, kondisi dan fungsinya. Sepeda yang sedang trend saat ini adalah sepeda jenis folding bike atau orang lebih sering menyebutnya dengan singkatan “seli”. Sepeda lipat sendiri ide awalnya hanya  untuk memudahkan dalam penyimpanan yang tidak akan memakan banyak ruang dan lebih cocok digunakan di perkotaan saja.

Di negara-negara maju yang lebih peduli terhadap lingkungan, penggunaan sepeda adalah suatu hal yang menjadi kesadaran dan sudah biasa, perlu diketahui jika mereka biasanya menggunakan jenis sepeda lipat sebagai alat transportasi ke tempat kerja atau aktifitas sehari-hari saja, karena jenis sepeda ini selain praktis juga sangat mudah dalam penyimpanannya, karena tidak akan banyak memakan banyak ruang.

Trend dan gaya hidup dapat merubah fungsi suatu barang, hal itu terjadi pada sepeda lipat yang tengah membooming saat ini di Indonesia. Fungsi sepeda lipat yang awalnya dirancang sebagai alat transportasi praktis dan ramah lingkungan, kini berubah fungsi menjadi trend olahraga bersepeda saat ini. Bicara tentang sepeda, berikut ini beberapa jenis sepeda yang umum digunakan dan sesuai dengan fungsinya masing-masing.

Sepeda Onthel

Sepeda onthel adalah jenis sepeda yang digunakan benar-benar sebagai alat transportasi dan alat angkut yang biasa digunakan oleh masyarakat diperkotaan pada masa sebelum banyaknya produksi motor. Sepeda jenis ini lahir di Negara Belanda dengan ciri rancangan berdiri duduk tegak untuk penggunanya, dan biasanya akan ditambah dengan tempat duduk sebagai boncengan di bagian belakangnya, namun tempat duduk boncengan tersebut dapat digunakan juga untuk memuat barang. Saat ini sepeda onthel masih banyak diminati oleh para kolektor penggemar sepeda antik, namun dibeberapa daerah masih banyak juga digunakan sebagai alat transportasi yang ramah lingkungan. 

Onthel Bike

Road Bike atau Sepeda Balap

Sepeda balap mempunyai ciri khas rancangan stang berbentuk setengah lingkaran seperti tanduk domba jantan, yang membuat penggunanya harus melakukan posisi membungkuk. Rancangan seperti ini dimaksudkan agar penggunanya dapat memacu sepeda dengan cepat dan bertenaga. Road bike biasanya dilengkapi dengan gigi yang dapat mengatur kecepatan sesuai dengan keinginan pengendaranya, sepeda jenis ini biasanya hanya cocok digunakan di jalan beraspal saja.

Road Bike

Gravel Bike

Memiliki desain yang hampir sama dengan road bike, sepeda jenis ini dirancang untuk dapt dipacu dengan kecepatan tinggi, tetapi dapat juga melalui medan dengan kondisi jalan berbatu atau tanah. Perbedaan yang paling mencolok dibandingkan dengan road bike adalah ditambahkannya rem cakram dan ban yang memiliki ukuran lebih besar. Gravel bike banyak digunakan untuk touring perjalanan jauh tanpa memperdulikan medan yang akan dilaluinya. 

Gravel Bike

Mountain Bike

Sesuai dengan namanya, sepeda jenis ini dirancang dan desain untuk menghadapi medan pegunungan yang penuh tantangan. Memiliki frame yang kokoh ditambah ukuran ban besar dan rem cakram, tentu disesuaikan dengan medan yang akan dihadapi. Mountain Bike sebenarnya memiliki beberapa jenis, diantaranya adalah Cross country, X-Tail, Enduro, Downhill dan Freeride, Jenis-jenis sepeda gunung tersebut disesuaikan dengan medan yang akan dilalui dan keinginan tantangan penggunanya.

Mountain Bike

BMX Bike

Sepeda BMX sangat digemari oleh anak-anak remaja di perkotaan, karena sepeda ini dirancang lebih untuk melakukan atraksi. Seiring perkembangan jaman, sepeda BMX sekarang memiliki bentuk yang berbeda dibandingan dengan sepeda BMX di tahun 80’an. Saat ini sepeda BMX memiliki rancangan dengan sadel rendah dan ban lebih tebal, hal ini tentu berdasarkan pengalaman penggunanya yang menginginkan kemudahan dalam melakukan atraksi. Sepeda BMX memiliki beberapa jenis sesuai fungsinya, yaitu Street BMX, Oldschool dan Cross BMX.

BMX Bike

Dirt Jump Bike

Sepeda jenis Dirt Jump masih menjadi suatu polemik bagi para penggemar sepeda gunung, karena sebagian menganggap jika sepeda ini masuk dalam jenis BMX tetapi sebagian lagi memasukan dalam jenis sepeda gunung. Jika diambil tengahnya sepeda jenis ini adalah perpaduan antara sepeda gunung dan sepeda BMX, dimana sepeda jenis ini lahir dari keinginan para penggemar sepeda gunung untuk beratraksi seperti para penggemar sepeda BMX. Dirt Jump walaupun memiliki rancangan seperti sepeda gunung namun banyak digunakan oleh para kaum urban diperkotaan untuk melakukan atraksi seperti sepeda BMX.   

Dirt Jump Bike

Folding Bike

Sepeda lipat tengah menjadi trend di Negara Indonesia saat ini, mungkin perubahan gaya hidup mempengaruhi kenapa sepeda jenis ini begitu diminatinya oleh masyarakat Indonesia saat ini. Memiliki frame dengan ukuran kecil yang dapat dilipat dan ukuran ban dengan diameter kecil adalah ciri khas sepeda ini. Pada mulanya sepeda jenis ini dirancang agar memudahkan dan tidak memakan tempat dalam penyimpanannya. Sepeda lipat sangat cocok digunakan sebagai alat transportasi di perkotaan yang ramah lingkungan.  

Folding Bike

Itulah beberapa jenis sepeda yang disesuaikan dengan medan dan penggunannya. Jika Anda menginginkan sepeda yang benar-benar untuk berolahraga dan menjaga kebugaran tubuh, maka beberapa jenis sepeda diatas bisa menjadi pilihan, namun sesuaikan juga medan yang akan sering Anda lalui nantinya dan jangan sampai salah pilih, karena itu nantinya hanya akan membuat Anda kerepotan saja.

Baca artikel lainnya di : Alevizone Stories

RECOMMENDED STORIES

STAY CONNECTED

SUPPORTED

payment-logo
shipping-logo-all

Alevizone.com – Cyber Media & Online Store

Copyright 2019