fbpx

Membangun Sikap Sportif dan Jujur dari Turnamen Olahraga Usia Dini

Membangun sikap sportif dan jujur dari turnamen olahraga usia dini memang sudah harus dilakukan, agar suatu saat kelak mereka menjadi orang-orang yang memiliki mental jujur dan bertanggung jawab untuk membangun negara ini.  

Kejujuran dan mental tanggung jawab terbentuk dari kebiasaan mulai dari usia dini, biasanya ini dipengaruhi oleh didikan orang tua dan lingkungan pergaulan. Turnamen olah raga adalah salah satu momen dimana nilai-nilai sportifitas yang menjunjung tinggi kejujujuran dan rasa tanggung jawab mulai diperkenalkan pada para generasi penerus bangsa ini. Namun ada kalanya disinilah nilai-nilai sportifitas justru menjadi sebaliknya, hal tersebut akibat ulah dari oknum-oknum yang menginginkan kemenangan dengan cara-cara yang tidak terpuji.

Pelanggaran nilai-nilai sportifitas yang dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab sepertinya telah menjadi budaya, anehnya ini justru diperkenalkan oleh orang-orang yang seharusnya menjadi pembina dan para pelatih. Dalam pertandingan level sekolah saja selalu ditemukan kecurangan-kecurangan yang pada umumnya bersifat manipulasi data para peserta turnamen. Jadi wajar saja jika budaya ini menjadi suatu kebiasaan yang sangat sulit dihilangkan hingga turun temurun, bahkan kebiasaan ini dilakukan juga dalam kehidupan sehari-hari. 

Sportifitas Olahraga dari Usia Dini untuk Membangun Mental Positif

Mental postif tidak dapat dibangun dengan mudah, karena bisa saja seseorang yang awalnya memiliki prilaku positif dapat berubah seiring dengan pengaruh lingkungan sekitarnya, kasus seperti ini sering ditemukan dan biasanya ketika seseorang sudah masuk dalam dunia kerja. Lingkungan pekerjaan ada kalanya justru menuntut seseorang untuk berprilaku mengikuti budaya yang sudah ada, walaupun budaya di lingkungan pekerjaannya tersebut sebenarnya lebih banyak memberikan pengaruh negatif.

Kunci dari membangun mental positif yang membuat seseorang bersikap selalu jujur dan bertanggung jawab akan sangat dipengaruhi dari lingkungan pergaulannya di usia dini. Jika dari usia dini sudah dibiasakan dengan hal-hal yang berbau kecurangan tentu akan menjadi suatu kebiasaan yang mereka anggap sesuatu hal yang wajar. Turnamen-turnamen olahraga yang diselenggarakan untuk para pelajar adalah momen terbaik dalam pembinaan ke arah mental positif, setidaknya nilai-nilai sportifitas sudah diperkenalkan dari situ.

Jangan Racuni Generasi Penerus dengan Mental Negarif 

Ambisi dari para pelatih atau pengurus yang menaungi organisasi tempatnya untuk meraih prestasi membuat segala cara akan dilakukan untuk meraih kemenangan. Cara curang yang paling sering dilakukan untuk memenuhi ambisi tersebut biasanya berupa manipulasi data diri dari peserta turnamen yang menjadi anak didiknya. Pengurangan usia atau meminjam data diri untuk memasukan peserta dari luar team sepertinya sudah menjadi rahasia umum. Yang paling sangat mengherankan adalah adanya upaya untuk mempengaruhi panitia atau wasit dengan cara-cara yang sangat tidak dibenarkan.

Cara-cara yang dilakukan untuk meraih kemenangan dengan cara yang tidak terpuji tersebut tentu secara tidak dapat langsung meracuni mental anak didik yang dilakukan oleh pelatih atau pengurusnya. Yang sangat dikhawatirkan adalah cara-cara tidak terpuji tersebut justru akan ditiru dan bahkan bakan menjadi hal yang biasa dilakukan oleh anak-didiknya dikemudian hari. Pemalsuan data pribadi hanya sebuah contoh kecil yang sudah terbukti dan menjadi rahasia umum, masih banyak kecurangan-kecurangan lainnya dalam sebuah turnamen olahraga yang hanya level sekolah, namun dampaknya akan sangat besar dalam membentuk mental dan kepribadian generasi penerus bangsa ini. 

Turnamen futsal untuk anak sekolah usia dini dapat membangun mental positif

Budaya tidak jujur dan mental tidak bertanggung jawab jika telah dibiasakan dari usia dini tentu akan menjadi sebuah kebiasaan yang akan merusak generasi penerus bangsa ini. Membangun sikap sportif dan jujur sebenarnya sudah dapat diperkenalkan dari turnamen-turnamen olahraga untuk para pelajar dari usia dini. Namun yang terjadi bisa saja sebaliknya jika hal tersebut justru diperkenalkan oleh pembina, pelatih atau pengurusnya, bahkan kecurangan justru sering dilakukan oleh penyelengara itu sendiri. Mungkin inilah salah satu penyebab yang membuat budaya korupsi, kolusi dan nepotisme di negara ini sulit untuk di hilangkan, karena sudah menjadi budaya dan diperkenalkan dari usia dini.

RECOMMENDED STORIES

Alevizone.com

Cyber Media & Online Store for Men’s Lifestyle

Copyright 2019