fbpx

Tarakan, Kota Transit yang Kaya dengan Minyak Bumi

Kota Tarakan yang berada pada koordinat geografis 3°14’23”-3°26’37” N –
117°30’50”-117°40’12” E awal mulanya bagi saya tidak terlalu istimewa, dan ketika pertama kali saya mengunjungi kota ini saya tidak menemukan banyak keunikan, karena pada saat itu saya mengunjungi Kota Tarakan ini hanya untuk transit saja. Tetapi setelah beberapa kali mengunjungi kota ini, saya baru menyadari jika Kota Tarakan memiliki keunikan tersendiri

Saya tidak pernah benar-benar ingin mengunjungi Kota Tarakan, dan tidak masuk dalam daftar kota yang wajib saya kunjung dalam catatan pribadi saya untuk melakukan backpacker. Pertama kali saya mengunjungi kota ini hanya untuk transit saja, dan kesan pertama yang saya dapatkan dari kota ini sepertinya biasa-biasa saja. Namun setelah beberapa kali mengunjungi Kota Tarakan ini saya baru menyadari jika kota ini memiliki keunikannya sendiri. 

Geografis dan Administrasi Kota Tarakan

Kota Tarakan adalah sebuah kota yang berada di sebuah pulau kecil bagian dari Provinsi Kalimantan Utara yang merupakan pecahan dari Provinsi Kalimantan Timur berada pada koordinat 3°14’23”-3°26’37” N – 117°30’50”-117°40’12” E. Walaupun kota ini merupakan kota kecil jika dibandingkan dengan kota-kota di Pulau Jawa, namun sebenarnya kota ini adalah kota terbesar di Provinsi Kalimantan Utara, bahkan lebih maju dibandingkan dengan Kota Tanjung selor yang merupakan Ibu Kota dari Provinsi Kalimantan Utara.

Kota Tarakan mempunyai luas wilayah 250.80 km² dan memiliki jumlah penduduk sebanyak 253.026 jiwa, yang berasal dari beberapa suku dan kebanyakan merupakan pendatang. Kota tarakan memiliki batas administrasi di bagian adalah utara Pulau Bunyu, bagian timur Laut Sulawesi, bagian selatan Kabupaten Bulungan dan di bagian barat berbatasan dengan Kecamatan Tanjung Palas yang masih bagian dari Kabupaten Bulungan.

Topografi Kota Tarakan

Selama saya berkeliling Kota dan Pulau Tarakan, saya tidak menemukan dataran yang tinggi, namun ada di beberapa bagian pulau ini terlihat topografi berupa perbukitan bergelombang. Dataran rendah berupa pedataran hampir mendominasi sebanyak 70% dari seluruh luas Pulau Tarakan. Dataran rendah tersebut umumnya ditemukan berupa pesisir pantai, rawa dan tanah datar.  

Gambar diambil dari Google Map

Sejarah Kota Tarakan

Tarakan pada mulanya adalah sebuah pulau yang digunakan oleh banyak nelayan untuk beristirahat dan berkumpul, sehingga nama Kota Tarakan diambil dari istilah “tarak” yang artinya bertemu dan “ngakan” yang artinya makan, jika disatukan artinya maka menjadi “tempat bertemu dan makan para nelayan”.

Suku yang pertama kali menempati Pulau Tarakan adalah Suku Tidung yang diperintah oleh kerajaan bernama Kerajaan Tarakan. Dari beberapa riwayat kuno yang saya dapatkan, diceritakan juga bahwa Pulau Tarakan ini terakhir kali dikuasai oleh Dinasti Tengara pada tahun 1557 hingga 1916 masehi, dan raja yang memimpin terakhir ialah Amiril Rasyd Gelar Datoe Radja Laoet pada tahun 1557 Masehi dan berakhir pada saat dipimpin oleh Datoe Adil pada tahun 1916, Dinasti Tengara berlokasi di kawasan Pamusian, Tarakan Tengah.

Pada tahun 1896 dimulainya era baru di Tarakan bersamaan dengan datangnya perusahaan minyak dari Negeri Hindia Belanda yang bernama BPM (Bataavishe Petroleum Maatchapij). Dikarenakan Pulau Tarakan dan sekitarnya memiliki potensi sumberdaya minyak yang sangat ekonomis, maka Pemerintahan Hindia Belanda menempatkan seorang Asisten Residen di pulau ini dan membawahi lima wilayah yaitu Tanjung Selor, Tarakan, Malinau, Apau Kayan dan Berau.

Pada tanggal 11 januari 1942 angkatan Jepang yang saat itu tengah menjajah Indonesia datang untuk menguasai ladang minyak di Pulau Tarakan. Pertempuran dalam 2 hari itu dimenangkan oleh angkatan bersenjata Jepang dan menewaskan separuh tentara Belanda yang jumlahnya jauh lebih sedikit. Kedudukan Jepang di Pulau Tarakan mengakibatkan 5000 penduduk Tarakan sengsara, dan Jepang membawa juga banyak orang Jawa yang dipekerjakan tanpa upah dan 300 wanita Jawa sebagai Jugun Ianfu, dan inilah mungkin yang mengakibatkan di Pulau Jawa sebagian besar penduduknya adalah suku Jawa.

Yang Menarik dari Kota Tarakan untuk Para Backpackers

Jika Anda seorang backpacker yang mencari keindahan alam, saya kira Tarakan bukanlah pilihan yang tepat, karena Pulau Tarakan pada mulanya ada karena sumberdaya minyak yang melimpah, sehingga keindahan alam dan budaya tidak seperti kota wisata lainnya di Indonesia. Tetapi jika Anda penasaran untuk tetap mengunjungi pulau ini maka beberapa wisata yang ditawarkan oleh pemerintah setempat dapat menjadi daya tarik tersendiri. Yang menarik bagi saya selama mengunjungi dan berkeliling pulau ini adalah keindahan alam pesisir lautnya. Saat mengunjungi pesisir laut Pulau Tarakan saya sarankan sebaiknya dilakukan pada sore hari sambil menikmati pemandangan sunset. Saya tidak merekomendasikan Anda melakukan touring pulau ini siang hari, karena Pulau Tarakan menururt saya merupakan salah satu tempat di Indonesia yang memiliki suhu panas tidak yang menyenangkan.

Ikan laut yang segar dengan harga murah sedikit menghibur saya, Pulau Tarakan memiliki kekayaan alam laut yang sangat melimpah, sehingga akan sangat mudah mencari kuliner makanan laut segar dengan harga cukup terjangkau.

Photo oleh PGB

Kesampaian Daerah Kota Tarakan

Untuk menuju Kota Tarakan sangatlah mudah, jika berpatokan dari Jakarta maka akan banyak penerbangan ke kota ini. Kota Tarakan yang merupakan kota transit menjadikannya rute penerbangan ke kota ini cukup banyak, sehingga Anda tidak perlu khawatir untuk masalah transportasi ke Kota Tarakan. Jika Anda ingin melanjutkan perjalanan ke tempat lain di Provinsi Kalimantan Utara, maka transportasi laut berupa speed boat sangat mudah ditemukan, ini mungkin satu hal yang menarik lagi dari Kota Tarakan.

Referensi

  • Catatan Pribadi
  • Wikipedia

RECOMMENDED STORIES

STAY CONNECTED

SERVICE & FAQ

Alevizone.com – Cyber Media & Online Store

Copyright 2019

%d bloggers like this: